Apa Yang Mau Dicari???
Not Indonesian? Translate Here
Favorit Tamu Minggu Ini
-
Olimpiade kembali digelar tahun ini. No pain, no gain. Tidak ada pencapaian tanpa kerja keras. Sudah menjadi rahasia umum jika negara...
-
Huhaaa lama gak ngepost kangen juga. terakhir ngepos setahun lalu dari gua msh kls 10 skrng naik kls 12-_- weww.. gua mau cerita nih. kan...
-
Punya kakak cowok, kesabaran kita harus ekstra. Selain suka iseng sama kita, kelakuan kakak cowok juga terkadang suka seenaknya. Mulai ...
-
Balik lagi di seri modus cewek . Kali ini yang akan kita bahas adalah tata cara menghindari konflik yang banyak dilakukan oleh para c...
20110511
Romeo x Juliet
Romeo dan Julia adalah tragedi karya William Shakespeare yang ditulis pada awal kariernya. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan.[1] Romeo dan Julia merupakan salah satu karya Shakespeare yang paling terkenal, dan juga merupakan salah satu karyanya yang paling sering dipentaskan selain Hamlet dan Macbeth.
Romeo dan Julia awalnya merupakan roman tragik pada zaman kuno. Cerita Romeo dan Julia dibuat berdasarkan cerita di Italia, yang diubah menjadi sajak dalam The Tragical History of Romeus and Julia oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace of Pleasure karya William Painter tahun 1582. Shakespeare meminjam ide dari keduanya, tetapi lebih mengembangkan karakter pendukung, terutama Mercutio dan Paris, untuk memperluas jalan cerita. Ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, Romeo dan Julia pertama kali dipentaskan tahun 1597.
Shakespeare menggunakan struktur dramatik. Efek seperti perubahan antara komedi dan tragedi menjadi ketegangan yang memuncak, perluasan karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membubuhi cerita, telah dipuji sebagai salah satu tanda awal bakat dramatik Shakespeare. Drama ini berasal dari berbagai bentuk puisi dan karakter, yang kadang-kadang mengubah jalur pengembangan karakter. Contohnya Romeo yang semakin mahir dalam menyusun soneta selama cerita berlangsung
Romeo dan Julia telah berkali-kali dipentaskan dalam bentuk drama, film, musikal dan opera. Selama Restorasi Inggris, drama ini dihidupkan kembali dan direvisi oleh William Davenant. David Garrick juga mengubah beberapa bagian, dan adaptasi opera oleh Georg Benda menghilangkan banyak aksi dan menambah akhir yang bahagia. Penampilan pada abad ke-19, seperti oleh Charlotte Cushman, menggunakan naskah asli Romeo dan Julia, dan lebih fokus pada realisme yang lebih besar. Pada abad ke-20, Romeo dan Julia telah diadaptasi kedalam berbagai versi seperti film Romeo and Julia tahun 1936. Di Indonesia sendiri, terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya yang berjudul Romeo dan Julia dilakukan oleh Trisno Sumardjo.[2]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar